Selamat Datang di Blognya Aniqoh

Aroma Cinta

Kehidupan yang terbiasa dan terlaksana sungguh indah jika dimaknai dan dihiasi dengan rasa cinta. Karena dengan cinta bisa merubah segalanya. Yang jahat menjadi baik, yang kasar menjadi Halus bahkan yang murka menjadi luluh. Itulah pengaruh cinta yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Sebenarnya kalau kita jeli dan teliti, kita dapat merasakan, mengetahui dan mendalami arti cinta. Jika kita lihat kalimat al-Hub dalam bahasa arab, kedua huruf tersebut, ha’ dan ba’ merupakan huruf yang terlepas dari tekanan suara, ia bebas lepas dari kepentingan-kepentingan lidah yang biasa bersilat, keluar begitu saja. Begitulah cinta, tidak bisa dibuktikan dengan kata-kata, suara atau rayuan. Melainkan diekspresikan dengan tindakan kongkrit. Itu merupakan bentuk kebebasan cinta. Yang tidak bisa dipaksa untuk datang secepatnya. Atau diundur selang beberapa waktu. Artinya, Kita mengharapkan Cinta datang tepat pada waktunya.

Namun itu bukanlah cinta. Cinta itu ada getaran hebat jika kita mendengar nama yang kita cintai. Sebagaimana yang diterangkan dalam Ayat Al-Qur’an bahwa seorang mukmin akan bergetar hatinya jika nama Tuhanya itu dilantunkan. Hanya saja kita harus memaknainya dengan keselarasan cinta yang sebenarnya. Yaitu cinta kepada Tuhan dan Rosulnya.Tuhan menganugrahkan cintanya tidak kepada sembarang orang. Suara hati lebih jernih mengungkapkan dan menangkap saripati cinta. Sebab undang-undang cinta berada di tangan-Nya, bukan di tangan si pecinta dan orang yang dicintai, kita tidak dapat memilih dan memilah cinta, tapi cintalah yang menghampiri dan menjemput kita. Tatkala kita didatangi cinta, berarti timbullah benih-benih cinta dalam hati. Al-Insan ma'dan (manusia adalah logam). Lantas, apakah kita menjadi emas (yang merasa berharga tinggi), besi (yang bisa tertarik dengan magnet) atau logam-logam lainnya. Tentu andai kita merasa menjadi emas, kita tidak akan pernah mencintai, percaya dan mengikuti Baginda Rasul, para pendahulu dan para penerusnya. Lain halnya jika kita menjadi besi maka kita akan selalu condong tertarik oleh magnet. Dengan kata lain, andaikan diperintah untuk memilih, maka magnet akan memilih emas sebagai logam mulia, tapi kenapa besi yang tertarik, itulah rahasia cinta, Allah-lah yang lebih mengetahui. "Innallaha indal-munkasirati qulubuhum". Artinya; Allah-lah yang menganugerahi luluh lantaknya hati bersama dengan cinta. Sedangkan definisi cinta adalah Mayalanul-qalbi bitthabi'ah li irdha'ilmahbub. Artinya; Kecendrungan hati secara alami untuk mencari ridho syang dicintai, sebagai gambaran bila anda datang kepada orang yang anda cintai kemudian dia mengusir anda berkali-kali, pasti anda akan mendatanginya lagi. Dan ketika keduanya mengalami cinta seperti itu, maka sang pecinta (muhib) dan yang dicintai (mahbub) tidak lagi berada dalam kawasan hub tetapi hib (saling mencintai) sebagaimana cinta antara sahabat dan Baginda Rasul. Lain halnya bila anda tidak mencintai dengan sungguh-sungguh, maka anda akan mencampakkannya begitu saja. Begitulah ibadah kita kepada-Nya, dengan cinta kita akan terus mengetuk pintu-Nya, sampai Allah membukakannya. Sebuah usaha yang kita tempuh tanpa mengetahui hasilnya secara pasti. Setelah Mencintai Tuahn dan Rosulnya cinta yang tetap harus menjaga aromanya adalah cinta kepada orang tua. Karena Keridoan Alloh itu tergantung pada keridloan orang tua. Cinta yang datangnya darimanapun itu termasuk ujian bagi kita. Kita akan menjaadi manusia yang palin beruntung jika kita bisa memanfatkan cinta tersebut. Cinta yang datangnya dri surga itulah yang paling kita inginkan. Dengan melalui para Rosul, Sahabat, Waliyulloh kita akan dihantarkan untuk mencium bau cinta dari surga yang memabukkan.Karena kita hanya manusia yang bisa berusaha. Hati kita akan gersang, jika tidak ditumbuhi benih-benih cinta tersebut.

0 comments:

Post a Comment

About This Blog

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP